Jumat, 30 Juli 2010
Sosok Eliot Ness
Dan tidak salah pula, kalau anda menduga gejala pengidentikan para kriminal yang tak tersentuh hukum dengan frasa “the untouchables” ini, juga berasal dari film yang pusat ceritanya berpusar pada (salah satunya) sosok Al Capone sebagai gembong Mafia di Chicago, Amerika.
Nah, yang mungkin tidak anda ketahui, sebetulnya istilah The Untouchables sendiri bukan merujuk pada sosok Al Capone dan kerajaan Mafia-nya, melainkan justru pada sosok penegak hukum, Elliot Ness dan sepuluh rekannya.
Istilah ini bukan lahir dari sembarang pihak, melainkan justru dari Elliot Ness sendiri yang nanti akan menggunakan kata itu sebagai judul dari autobiografi yang ditulisnya.
Berawal dari mulai terganggunya bisnis minuman keras illegal Al Capone akibat penggerebekan dan penutupan gudang minuman keras yang dilakukan Elliot dan kawan-kawan, Al Capone berusaha menyuap Elliot Ness dengan menawarkan uang $2,000 per minggu.
Elliot Ness mencampakkan uang suap yang disodorkan, dan membawa peristiwa itu ke media massa. Dalam sebuah konperensi pers yang khusus diadakan Ness untuk mempublikasikan usaha penyuapan itu, Ness mengatakan,
“Possibly it wasn’t too important for the world to know that we couldn’t be bought, but I did want Al Capone and every gangster in the city to realize that there were still a few law enforcement agents who couldn’t be swerved from their duty.”
Dari peristiwa inilah media massa seluruh penjuru Amerika ramai memberitakan sosok Elliot Ness dan sepuluh rekannya yang kemudian melahirkan frasa “The Untouchables” yang merujuk pada sosok Elliot Ness yang “tidak tersentuh” oleh uang suap kaum Mafia.
Ironisnya, frasa “The Untouchables” sekarang ini malah lazim digunakan untuk merujuk pada sosok kriminal. Padahal sesungguhnya the Untouchables itu merujuk pada sosok penegak hukum yang murni, tak terbeli oleh suap, dan tidak terlandasi kepentingan politik.
Kalaupun mau memberikan makna baru, mungkin mestinya dikenal “Bad Untouchables” & “Good Untouchables” yang merujuk pada Bad Guy & Good Guy.
Tapi yang paling Ironis, seperti terjadi di Indonesia ini. Para kriminal menjadi sosok The Untouchables dalam pengertian “bad untouchables“, sementara para penegak hukumnya malah menjadi sosok yang Touchables, dalam makna yang juga “bad touchables” alias mudah tersentuh uang suap.
Anda, baik yang sudah mengetahui asal-usul sebenarnya frasa “the Untouchables” ataupun yang belum, bisa jadi bingung melihat ironi “the untouchables” dan “the touchables” di negeri ini.
Tapi nggak usah anda, kalau Al Capone masih hidup, tanggung dia juga bakal nyengir bingung.
Minggu, 18 Juli 2010
Prabumulih Mau jadi Kabupaten
Sriwijaya Post - Selasa, 13 Juli 2010 19:32 WIB
PRABUMULIH - Wacana perubahan status Kota Prabumulih menjadi Kabupaten Prabumulih muncul. Hal itu menyusul keinginan tokoh masyarakat delapan kecamatan Kabupaten Muaraenim di perbatasan untuk bergabung ke wilayah Prabumulih.
Keinginan 8 kecamatan itu diwakilkan melalui kedatangan tokoh masyarakat ke Kantor Walikota dan kediaman Ketua DPRD Prabumulih. Mereka menyatakan keinginan bergabung dengan menggunakan tatakrama adat.
“Mereka mengungkapkan keinginan dengan membawa lemang, seperangkat sirih, beberapa lembar uang ribuan, serta perlengkapan adat lainnya. Cara penyampaian mereka merupakan keinginan yang amat sangat, dan itu kita hargai. Karena budaya itu tidak jauh beda dengan budaya warga Prabumulih,” kata Walikota Prabumulih, Drs H Rachman Djalili MM, Selasa (13/7).
Ke-8 kecamatan itu yakni Rambangdangku, Rambang dan Lubai, Gelumbang, Sungai Rotan, Lembak, Muarabelida, dan Kelekar. “Suatu wilayah yang ingin berpisah dari kabupaten induk harus melepas diri
secara baik-baik. Ada prosedur atau aturan hukum yang mengatur hal itu. Saya sarankan agar keinginan mereka disampaikan lebih dulu kepada wakil mereka di DPRD Muaraenim,” kata Wako Prabumulih.
Sebagai pemimpin, Rachman enggan diplot sebagai perebut wilayah. Jika keinginan masyarakat murni datang dari masyarakat dan bukan dari segelintir orang, Pemkot Prabumulih siap menerima dengan tangan terbuka.
“Kita tidak ingin dikemudian hari ada masalah,” katanya.
Secara terpisah, Ketua DPRD Prabumulih, Andriansyah Fikri menilai, munculnya keinginan itu karena masyarakat setempat merasa sudah dekat dengan Prabumulih. Dari sisi perekonomian, mereka lebih banyak belanja dan mencari nafkah di “Bumi Seinggok Sepemunyian” itu.
“Keinginan 8 kecamatan di Muaraenim itu bukan hal baru. Sebelumnya beberapa desa dalam wilayah Ogan Ilir (OI) yakni Tanjungmiring, Tangai, Kayuara dan Sunur juga menyatakan hal serupa,” katanya. (cr2)
Selasa, 15 Juni 2010
REPUBLIK INDONESIA
_________________________________________________________________________
PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 18 TAHUN 2009
TENTANG
LARASITA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka mengejawantahkan tugas
pokok dan fungsi Badan Pertanahan Nasional
Republik Indonesia dan melaksanakan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang mengatur
pertanahan perlu dikembangkan pola pengelolaan
pertanahan yang secara aktif dapat dilakukan Badan
Pertanahan Nasional Republik Indonesia bagi
masyarakat;
b. bahwa pengembangan pola sebagaimana tersebut
huruf a, dilaksanakan untuk memberikan keadilan
bagi masyarakat dalam memudahkan pengurusan
pertanahan, mempercepat proses pengurusan
pertanahan, meningkatkan cakupan wilayah
pengurusan pertanahan, dan untuk menjamin
pengurusan pertanahan tanpa perantara di
lingkungan Badan Pertanahan Nasional Republik
Indonesia;
c. bahwa pengembangan pola sebagaimana dimaksud
huruf a dan huruf b, dilakukan dengan cara
mendekatkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi
Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia
langsung kepada masyarakat;
d. bahwa dalam rangka mendekatkan pelaksanaan
tugas pokok dan fungsi Badan Pertanahan Nasional
Republik Indonesia kepada masyarakat sebagaimana
dimaksud huruf c, dilakukan dengan LARASITA;
e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud pada huruf a sampai dengan huruf d
dipandang perlu menetapkan Peraturan Kepala
Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia
tentang LARASITA Badan Pertanahan Nasional
Republik Indonesia;
Mengingat .....
________________________________________
Page 2
-2-
Mengingat
: 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang
Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 2043);
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
3. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang
Informasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 58,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4843);
4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10
Tahun 2006 tentang Badan Pertanahan Nasional;
5. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional
Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2006 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Badan Pertanahan
Nasional Republik Indonesia;
6. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional
Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2006 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Badan
Pertanahan Nasional dan Kantor Pertanahan;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL
TENTANG LARASITA BADAN PERTANAHAN NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA.
Pasal 1
(1) Dalam rangka mendekatkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi
Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia kepada masyarakat
dikembangkan pola pengelolaan pertanahan yang disebut LARASITA.
(2) LARASITA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan Kantor
Pertanahan Bergerak.
Pasal 2
(1) Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1), LARASITA mempunyai tugas pokok
dan fungsi sama dengan tugas pokok dan fungsi yang berlaku pada
Kantor Pertanahan.
(2) Selain melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), LARASITA juga mempunyai tugas:
a. menyiapkan masyarakat dalam pelaksanaan pembaruan agraria
nasional (reforma agraria);
b. melaksanakan …..
________________________________________
Page 3
-3-
b. melaksanakan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di
bidang pertanahan;
c. melakukan pendeteksian awal atas tanah-tanah terlantar;
d. melakukan pendeteksian awal atas tanah-tanah yang
diindikasikan bermasalah;
e. memfasilitasi penyelesaian tanah bermasalah yang mungkin
diselesaikan di lapangan;
f. menyambungkan program Badan Pertanahan Nasional Republik
Indonesia dengan aspirasi yang berkembang di masyarakat; dan
g. meningkatkan dan mempercepat legalisasi aset tanah
masyarakat.
(3) Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dan ayat (2) dilakukan LARASITA berdasarkan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Pasal 3
LARASITA dilaksanakan dengan dukungan kendaraan atau alat
transportasi lainnya, teknologi informasi dan komunikasi, dan/atau
sarana dan prasarana yang tersedia di Kantor Pertanahan.
Pasal 4
(1) Pengorganisasian, tata laksana, pendelegasian kewenangan,
mekanisme pengamanan dan ketentuan lebih lanjut pelaksanaan
LARASITA dilaksanakan sesuai ketentuan yang tercantum dalam
Lampiran I Peraturan ini.
(2) Gambar, Logo, dan Simbol Badan Pertanahan Nasional Republik
Indonesia dalam kendaraan LARASITA diatur sebagaimana tercantum
dalam Lampiran II Peraturan ini.
Pasal 5
Biaya yang timbul dari pelaksanaan Peraturan ini dibebankan pada Mata
Anggaran Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia.
Pasal 6
Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan ini akan diatur kemudian.
Pasal 7
Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal
: 11 Mei 2009
KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA,
ttd
JOYO WINOTO, Ph.D
Selasa, 01 Juni 2010
KARANG JAYA
Q dibesarkan di desa yang dahulu sepi jauh dari keramaian, setelah q sudah berumur 6 tahun, orang tua q memberikan pendidikan dasar, dahulu belum ada yang namanya Taman Kanak-kanak (TK) karena belum begitu maju di desa karang jaya, q mulai sekolah di SD 1 Karang Jaya sekarang sudah berganti SDN 57 Prabumulih. Masyarakat karang jaya pada tahun 1984 mata pencahariannya beraneka ragam tapi yang sering di kelola adalah nanas karena prabumulih terkenal dengan kota nanas tapi kenapa sekarang kota nanas sudah tidak sesuai lagi karena nanas sudah tidak ada lagi bercocok tanam, pada tahun 1984 mata pencaharian karen (dalam bahasa adatnya Belam)cukup murah makanya masyarakat karang jaya tidak begitu menghhiraukan namanya karet. Desa karang jaya terbagi dua desa yang pertama desa karang jaya dan yang kedua tran bunut (Perumahan)
Pada tahun 1990 mulai desa karang jaya menggantungkan hidupnya di belam karena harganya cukup meningkat, makanya dari petani nanas banyak berpindah untuk menjadi petani karet (nakok). masyarkat karang jaya mayoritas mata pencahariannya sampai sekarang Nakok di prediksi 99% petani karet (nakok)...
Desa karang jaya sudah tidak lagi menjadi desa karena sejak pemerintahan bapak Drs. Rahman Djalili,MM. menjadi kelurahan karang jaya...
sekian dulu yach, moga bermanfaat baik bagi penulis maupun pembaca. amin....
Asli Putra daerah bilide prabumulih karang jeya...
Minggu, 30 Mei 2010
MERUSAK KESEHATAN
Seringkali kita melakukan pola hidup yang tidak teratur. Menganggap remeh hal-hal penting yang berujung pada kebiasaan buruk yang dapat merugikan diri sendiri. Biasanya kita baru sadar ketika sakit mulai menyerang. Ketika masa itu tiba, kesehatan barulah terasa begitu mahal. Oleh karena itu sayangilah diri anda, gantilah kebiasaan buruk dengan kebiasaan yang lebih baik. Mulai sekarang tegakkan kedisiplinan anda untuk meninggalkan kebiasaan buruk berikut ini:
Tidak Sarapan
Banyak orang yang meremehkan sarapan. Dengan alasan tidak sempat dan tidak cukup waktu, agenda penting ini dilewatkan begitu saja. Padahal tidak menkonsumsi apapun di pagi hari dapat menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Akibatnya produktivitas dan konsentrasi kerja menjadi terganggu. Sebenarnya sarapan tidak berarti harus nasi goreng, melainkan makanan ringan yang cukup gizi seperti segelas susu, atau jus buah atau sarapan siap saji yang kaya gizi dan rendah lemak.
Kurang mimum Air Putih
Dua pertiga tubuh kita terdiri dari air. Ini menjadikan air sebagai unsure yang penting bagi tubuh. Setiap hari kita kehilangan 1,5 Liter air lewat kulit, paru-paru dan ginjal (berupa air kencing). Kehilangan itu harus digantikan dengan jumlah yang cukup agar tubuh terhindar dari kelelahan, sakit kepala, dan kulit kusam. Tak perlu menunggu haus karena tubuh kita tidak akan memberikan sinyal berupa haus sampai tubuh benar-benar kekurangan air atau mengalami dehidrasi.
Merokok
Semua orang tahu bahwa merokok dapat menyebabkan, kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan serta janin. Merokok bahkan memiliki efek mengirikan lainnya yakni membuat akhirnya kehilangan fungsinya. Penyakit yang rawan menyerang perokok ketika memasuki usia tua bahkan saat masih berusia muda adalah Alzheimer atau penyakit pikun.
Kurang Tidur
Setelah beraktivitas penuh, tubuh dan otak memerlukan waktu untuk beristirahat. Jika kebutuhan itu diabaikan bisa mengakibatkan sel-sel tubuh dan otak menjadi mati kelelahan. Oleh karena itu sebaiknya tidurlah 6-8 jam sehari agar sehat dan bugar, nnamun jangan pula kebanyakan karena dapat membuat anda menjadi malas dan lamban.
Terlalu Banyak Menkonsumsi Gula
Biasakanlah untuk makan dalam porsi yang normal. Terlalu banyak makan dapat mengeraskan pembuluh otak sehingga menyebabkan menurunnya kekuatan mental. Ingat, biasakanlah untuk berhenti makan sebelum kekenyangan.
Memghirup Udara Yang Berpolusi
Paling enak memang jika kita bisa senatiasa menkonsumsi makanan-makanan manis. Tapi jangan berlebihan. Terlalu banyak asupan gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu.
Jangan Bicara
Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak. Oleh karena itu biasakanlah untuk senantiasa membangun obrolan.
Kurangi Simulasi Otak
Baerfikir dan Bekerja Saat Sakit
Menutup Kepala Saat Tidur
Senin, 10 Mei 2010
Cinta bisa jadi merupakan kata yang paling banyak dibicarakan manusia. Setiap orang memiliki rasa cinta yang bisa diaplikasikan pada banyak hal. Wanita, harta, anak, kendaraan, rumah dan berbagai kenikmatan dunia lainnya merupakan sasaran utama cinta dari kebanyakan manusia. Cinta yang paling tinggi dan mulia adalah cinta seorang hamba kepada Rabb-nya.
Kita sering mendengar kata yang terdiri dari lima huruf: CINTA…
Setiap orang bahkan telah merasakannya, namun sulit untuk mendefinisikannya. Terlebih untuk mengetahui hakikatnya. Berdasarkan hal itu, seseorang dengan gampang bisa keluar dari jeratan hukum syariat ketika bendera cinta diangkat. Seorang pezina dengan gampang tanpa diiringi rasa malu mengatakan, “Kami sama-sama cinta, suka sama suka.” Karena alasan cinta, seorang bapak membiarkan anak-anaknya bergelimang dalam dosa. Dengan alasan cinta pula, seorang suami melepas istrinya hidup bebas tanpa ada ikatan dan tanpa rasa cemburu sedikitpun.
Demikianlah bila kebodohan telah melanda kehidupan dan kebenaran tidak lagi menjadi tolok ukur. Dalam keadaan seperti ini, setan tampil mengibarkan benderanya dan menabuh genderang penyesatan dengan mengangkat cinta sebagai landasan bagi pembolehan terhadap segala yang dilarang Allah dan Rasul-Nya, Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (Ali ‘Imran: 14)
Dalam haditsnya dari shahabat Tsauban, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasaalam bersabda: “Hampir-hampir orang-orang kafir mengerumuni kalian sebagaimana berkerumunnya di atas sebuah tempayan.’ Seseorang berkata: ‘Wahai Rasulullah, apakah jumlah kita saat itu sangat sedikit?’ Rasulullah berkata: ‘Bahkan kalian saat itu banyak akan tetapi kalian bagaikan buih di atas air. Dan Allah benar-benar akan mencabut rasa ketakutan dari hati musuh kalian dan benar-benar Allah akan campakkan ke dalam hati kalian (penyakit) al-wahn.’ Seseorang bertanya: ‘Apakah yang dimaksud dengan al-wahn wahai Rasulullah?’ Rasulullah menjawab : ‘Cinta dunia dan takut mati.’ (HR. Abu Dawud no. 4297, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 3610)
Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di dalam tafsirnya mengatakan: “Allah memberitakan dalam dua ayat ini (Ali ‘Imran: 13-14) tentang keadaan manusia kaitannya dengan masalah lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat, dan Allah menjelaskan perbedaan yang besar antara dua negeri tersebut. Allah subhanahu wa ta’ala memberitakan bahwa hal-hal tersebut (syahwat, wanita, anak-anak, dsb) dihiaskan kepada manusia sehingga membelalakkan pandangan mereka dan menancapkannya di dalam hati-hati mereka, semuanya berakhir kepada segala bentuk kelezatan jiwa. Sebagian besar condong kepada perhiasan dunia tersebut dan menjadikannya sebagai tujuan terbesar dari cita-cita, cinta dan ilmu mereka. Padahal semua itu adalah perhiasan yang sedikit dan akan hilang dalam waktu yang sangat cepat.”
Definisi Cinta
Untuk mendefinisikan cinta sangatlah sulit, karena tidak bisa dijangkau dengan kalimat dan sulit diraba dengan kata-kata. Ibnul Qayyim mengatakan: “Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas, (berarti) definisinya adalah adanya cinta itu sendiri.” (Madarijus Salikin, 3/9)
Hakikat Cinta
Cinta adalah sebuah amalan hati yang akan terwujud dalam (amalan) lahiriah. Apabila cinta tersebut sesuai dengan apa yang diridhai Allah, maka ia akan menjadi ibadah. Dan sebaliknya, jika tidak sesuai dengan ridha-Nya maka akan menjadi perbuatan maksiat. Berarti jelas bahwa cinta adalah ibadah hati yang bila keliru menempatkannya akan menjatuhkan kita ke dalam sesuatu yang dimurkai Allah yaitu kesyirikan.
Cinta kepada Allah
Cinta yang dibangun karena Allah akan menghasilkan kebaikan yang sangat banyak dan berharga. Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin (3/22) berkata: ”Sebagian salaf mengatakan bahwa suatu kaum telah mengaku cinta kepada Allah lalu Allah menurunkan ayat ujian kepada mereka:
“Katakanlah: jika kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian.” (Ali ‘Imran: 31)
Mereka (sebagian salaf) berkata: “(firman Allah) ‘Niscaya Allah akan mencintai kalian’, ini adalah isyarat tentang bukti kecintaan tersebut dan buah serta faidahnya. Bukti dan tanda (cinta kepada Allah) adalah mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam, faidah dan buahnya adalah kecintaan Allah kepada kalian. Jika kalian tidak mengikuti Rasulullah Shallallahu’alaii wassalam maka kecintaan Allah kepada kalian tidak akan terwujud dan akan hilang.”
Bila demikian keadaannya, maka mendasarkan cinta kepada orang lain karena-Nya tentu akan mendapatkan kemuliaan dan nilai di sisi Allah. bersabda Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik :
“Tiga hal yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, niscaya dia akan mendapatkan manisnya iman. Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dan hendaklah dia mencintai seseorang dan tidaklah dia mencintainya melainkan karena Allah, dan hendaklah dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan dia dari kekufuran itu sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 16 dan Muslim no. 43)
Ibnul Qayyim mengatakan bahwa di antara sebab-sebab adanya cinta (kepada Allah) ada sepuluh perkara:
1. Membaca Al Qur’an, menggali, dan memahami makna-maknanya serta apa yang dimaukannya.
2. Mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah setelah amalan wajib.
3. Terus-menerus berdzikir dalam setiap keadaan.
4. Mengutamakan kecintaan Allah di atas kecintaanmu ketika bergejolaknya nafsu.
5. Hati yang selalu menggali nama-nama dan sifat-sifat Allah, menyaksikan dan mengetahuinya.
6. Menyaksikan kebaikan-kebaikan Allah dan segala nikmat-Nya.
7. Tunduknya hati di hadapan Allah
8. Berkhalwat (menyendiri dalam bermunajat) bersama-Nya ketika Allah turun (ke langit dunia).
9. Duduk bersama orang-orang yang memiliki sifat cinta dan jujur.
10. Menjauhkan segala sebab-sebab yang akan menghalangi hati dari Allah . (Madarijus Salikin, 3/18, dengan ringkas)I
Cinta adalah Ibadah
Sebagaimana telah lewat, cinta merupakan salah satu dari ibadah hati yang memiliki kedudukan tinggi dalam agama sebagaimana ibadah-ibadah yang lain. Allah Subhanahu wa taala berfirman:
“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu.” (Al-Hujurat: 7)
“Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
“Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” (Al-Maidah: 54)
adalah hadits Anas yang telahrAdapun dalil dari hadits Rasulullah disebut di atas yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim: “Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya.”
Bag II Arti sebuah cinta
Di antara para ulama ada yang membagi cinta menjadi dua bagian dan ada yang membaginya menjadi empat. Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdulwahhab Al-Yamani dalam kitab Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid (hal. 114) menyatakan bahwa cinta ada empat macam:
1. Cinta ibadah.
Yaitu mencintai Allah dan apa-apa yang dicintai-Nya, dengan dalil ayat dan hadits di atas.
2. Cinta syirik.
Yaitu mencintai Allah dan juga selain-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan di antara manusia ada yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi Allah), mereka mencintai tandingan-tandingan tersebut seperti cinta mereka kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
3. Cinta maksiat.
Yaitu cinta yang akan menyebabkan seseorang melaksanakan apa yang diharamkan Allah dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan-Nya. Allah berfirman:
“Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang sangat.” (Al-Fajr: 20)
4. Cinta tabiat.
Seperti cinta kepada anak, keluarga, diri, harta dan perkara lain yang Idibolehkan. Namun tetap cinta ini sebatas cinta tabiat. Allah berfirman:
“Ketika mereka (saudara-saudara Yusuf ‘alaihis salam) berkata: ‘Yusuf dan adiknya lebih dicintai oleh bapak kita daripada kita.” (Yusuf ; 8 )
Jika cinta tabiat ini menyebabkan kita tersibukkan dan lalai dari ketaatan kepada Allah sehingga meninggalkan kewajiban-kewajiban, maka berubahlah menjadi cinta maksiat. Bila cinta tabiat ini menyebabkan kita lebih cinta kepada benda-benda tersebut sehingga sama seperti cinta kita kepada Allah atau bahkan lebih, maka cinta tabiat ini berubah menjadi cinta syirik.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan bahwa yang menggerakkan hati menuju Allah ada tiga perkara: cinta, takut, dan harapan. Dan yang paling kuat adalah cinta, dan cinta itu sendiri merupakan tujuan karena akan didapatkan di dunia dan di akhirat.” (Majmu’ Fatawa, 1/95)
Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di menyatakan ” Dasar tauhid dan ruhnya adalah keikhlasan dalam mewujudkan cinta kepada Allah. Cinta merupakan landasan penyembahan dan peribadatan kepada-Nya, bahkan cinta itu merupakan hakikat ibadah. Tidak akan sempurna tauhid kecuali bila kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya juga sempurna.” (Al-Qaulus Sadid, hal. 110)
Bila kita ditanya bagaimana hukumnya cinta kepada selain Allah? Maka kita tidak boleh mengatakan haram dengan spontan atau mengatakan boleh secara global, akan tetapi jawabannya perlu dirinci.
1. Bila dia mencintai selain Allah lebih besar atau sama dengan cintanya kepada Allah maka ini adalah cinta syirik, hukumnya jelas haram.
2. Bila dengan cinta kepada selain Allah menyebabkan kita terjatuh dalam maksiat maka cinta ini adalah cinta maksiat, hukumnya haram.
3. Bila merupakan cinta tabiat maka yang seperti ini diperbolehkan.
Wallahu a’lam.
(Dikutip dari: http://www.asysyariah.com, Penulis : Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah An-Nawawi, judul: Arti Sebuah Cinta !
Jumat, 07 Mei 2010
Cinta Q
Apakah kita mau mendapatkannya?
jawabnya ya bisalah asalkan kita punya niat baik untuk menjadi sesorang yang bersungguh" menjadi seorang pangeran dihatinya di saat suka dan duka kita ada ketika cwek itu butuh kehadiran kita...
tapi mengapa kita tidak bisa menjadi seseorang diri kita sendiri..
Artinya Pilihlah pasangan anda sesuai dengan apa yang kita mau tapi ingat tidak ada manusia yang Kamil...
Damsik Bin Matyanto, SH.